Orangtua bukan pemilik dari anak-anaknya

 

Tulisan ini baru saya tuliskan disini, tapi konsep ini sudah terpatri di otak saya sejak Kirana Presia Malaikat Rezaputri,putri kami diambil kembali oleh Tuhan pada bulan januari 2012 yang lalu.
Dulu konsep saya, anak itu adalah kongsi antara Tuhan dan orangtua,kita sama-sama memilikinya dengan kepemilikan saham 50:50. Dengan konsep itu saya sudah merancang semua kehidupan dan harus bagaimana si anak ini suatu hari nanti mulai dari istri saya hamil. Bahkan saya merancang mau anak saya menjadi polisi atau pilot kalau cowok,kalo cewek supermodel..hahahahahahahahha.
Konsep kepemilikan 50:50 itu (atau bahkan 90 orangtua : 10 Tuhan) membuat kita para orangtua mendorong anak-anak kita agar sesuai dengan pola pikir dan gambaran kita. Ternyata ketika anak kami meninggal konsep itu runtuh hancur luluh lantak didepan mata saya. Dalam kesedihan konsep baru mulai tertata bata demi bata di otak saya. Orangtua bukanlah pemilik dari anak, SAMA SEKALI! Lalu buat apa ada orangtua?kenapa tidak secara ajaib anak-anak itu muncul…cling…oeekkk!!. Atau mari katakan ada pohon berbuah manusia gitu. yang 3 bulan sekali menghasilkan buah-buah manusia yang tinggal dipetik dan jadi bayi?….nice concept ya?? hehehehehe….
Anak adalah milik Tuhan seutuhnya. Dan kita para orangtua adalah pengrajin yang diminta untuk membuat sebuah karya hidup. Dan hasil karyanya ya tergantung pengrajinnya. Ada pengrajin yang halus pekerjaannya dan ada yang kasar pekerjaannya……. pengrajin yang mana kamu?
Jangan lupa, sebagai pemilik Tuhan ga pernah kasih tahu deadlinenya sampe kapan kita bisa pahat dan ukir anak-anak kita. Kalo saya, ingin memastikan waktu deadline itu datang saya sudah melakukan yang terbaik buat anak-anak saya.
salam damai🙂
dedicated to Our Kirana…kami bangga pernah membentuk kamu, dan buat adek yang masih diperut Bunda…Ayah dan Bunda ga sabar ketemu kamu

 

3 thoughts on “Orangtua bukan pemilik dari anak-anaknya

  1. Yep! Saya setuju sesetuju setujunya. We are craftsmen of our children. You said it best!

    Happy wedding btw…*ngabarin gw gak seeehhh*
    and a very deep condolence for the loss of ur baby, how old was she?
    And congrats for the new pregnancy.

    How wonderful life is, right ma brother!

    1. Hehehe ini susan ‘koechang’ ya?hehehe..apa kabar?
      Iya emang ga ngundang temen2 lampung,krn ga ngundang banyak orang San.sori yaaa🙂
      Si kecil meninggal waktu dilahirin San,makasi yaaa🙂

      Salam bt semua🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s