Ini sih bukan banggain Ibu sendiri atau istri sendiri ya. Tapi Ibu saya sebelum menikah pernah ajak ngobrol saya dan istri.

Intinya adalah..Beliau bilang ke istri saya

“Setelah menikah kamu bukan menantu saya tapi anak saya..

Buang pikiran bahwa mertua dan menantu harus bersaing. kita mencintai pria yang sama, jadi kita harus jaga perasaannya. Supaya dia fokus menjalankan tugas sebagai Suami dan Anak. Jangan bebankan dia dengan pilihan istri atau ibu.

Andaikan ternyata harus memilih, saya relakan dia lebih memilih kamu. Karena sesungguhnya dia milik istrinya”

Saya tidak tahu apakah pembicaraan itu memberikan efek damai untuk keluarga kami saat ini. Bukan hal yg instan tapi saya merasakan Ibu dan istri saya saling mengerti untuk menjaga perasaan masing2.

Tapi saya merasakan surga sebagai anak dan suami saat ini. Yang tidak dibebani drama menantu – mertua.

Thanks God 😄 love you both – with Pradiza

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s